Thursday, July 12, 2018

Have You?

Have you ever been so attached to someone?
Someone who know that you are lonely.
Someone who fill your mood just by seeing their brightest smile.
A simple ask of what have you done today can cheer you up.
And you feel different.
Suddenly.
Without any sign and notice.
You look at them.
Thoroughly.
Then.
He turns away.
Seeing a lighter bulb.
Chasing it like it'll never happen twice.
And here you are again.
Together with loneliness.
Be friend with darkness.
And be a happy life pretender.

TOP 10 My Version of Romantic Comedy Korean Drama

Are you a newbie in kdrama world? Do you need a guide in which one you should watch first? Do you like romcom genre? Then here are the lists.

#10 Fight My Way
#9 Marriage Not Dating
#8 Weightlifting Fairy Kim Bok Joo
#7 Strong Woman Do Bong Soon
#6 Because This is My First Life
#7 Legend of The Blue Sea
#6 My Girlfriend is a Gumiho
#5 My Love From Another Star
#4 Lucky Romance
#3 She Was Pretty
#2 Radio Romance
#1 Secret Garden/Full House

But here's one with a FULL COMEDY and a little romance.
"WELCOME TO WAIKIKI" 




THANK ME LATER

Tuesday, February 6, 2018

Indomielogy

Hari ini hari Selasa, 2 Februari 2018. Bogor sedang mendung sementara kemarin hujan lebat hingga membuat Jakarta sempat terendam.
Tapi disini gua bukan mau bikin laporan cuaca so let's jump right in to the topic.

INDOMIELOGY. Apa itu? Sebuah ideologi baru? Tentu tidak.
Karena ideologiku hanya Pancasila.

Memikirkan sejenak tentang kehidupan kadang emang bikin ketawa dan miris sendiri.
Di era yang apa-apa serba digital, hidup jadi gak setentram dulu.
Kenapa?

Mau berpendapat A, takut.
Mau berpendapat B, takut.
Mau posting C, takut.

Gitu aja terus hingga akhirnya semua diem, gak ada yang berani ngomong.
By the way, emangnya takut apa sih?

Takut dihujat. Emang, level judgmental orang Indonesia saat ini udah level 99. Nyeremin.
Terus kenapa dihujat doang takut? WOY! Mental illness is real.

Beberapa tahun ini, kalau kalian masih main twitter pasti paham deh ada istilah cebong, sumbu pendek, bani sorbet dan semacamnya. Istilah tersebut adalah istilah untuk merendahkan orang lain. Percayalah, karena tidak ada yang merasa sedang dipuji kalo disebut-sebut sama istilah itu.

Kenapa bisa ada istilah kaya diatas tadi? It's simply karena adanya pro dan kontra dalam kehidupan bersosial bermasyarakat. Dan juga karena cepatnya seseorang untuk menghakimi orang lain.

Ibaratnya gini,

Di twitter nih kalo gua ngetweet
"GUA SUKA INDOMIE GORENG"

Terus netizen suka ide menyimpulkan sendiri kalo gua ga suka indomie kuah.

Padahal kenyataannya gua suka mie kuah kok, tapi gak gua tweet aja. Gua simpan sendiri.

Begitupula dengan orang-orang di twitter yang berpendapat A, selalu diasumsikan masuk dalam kubu tertentu dan dianggap membenci B.
Padahal, dia cuma pengen aja menyuarakan pendapatnya tentang A. Dia bahkan ga sebut-sebut B. Tapi gitu, netijen ini suka mengkait-kaitkan. Ngeri kan?

Lalu gini, gua paling kesel kalo ngeliat istilah cebong, sumbu pendek dsb ini udah beredar di timeline gua. Karna apa? Gua melihat, orang-orang yang ngatain orang lain dengan istilah tadi, merasa dirinya paling bener. Merasa pendapat orang lain yang kontra sama dia itu salah, gak penting, gak berbobot. 
Belum lagi yang paling ngeselin nih, udah mah ngatain pake istilah-istilah eh ditambahin pake kata-kata kasar yang suka bikin kita para pembaca istigfar.

Padahal nih ya, namanya juga manusia gitu. Ya wajar aja gak sih punya pendapat beda?

Ibaratnya gini,

Gua sekeluarga beranggota 5 orang. Ada bapak, ibu, kakak perempuan, kakak laki-laki, dan gua sendiri.
Bapak gua kalo masak indomie, dia masukin bumbunya pas airnya mendidih dan masih dalam keadaan direbus dipanci.
Ibu gua demennya indomienya dibikinin sama orang lain, dan makannya cuma setengahnya.
Kakak perempuan gua kalo bikin indomie, kuahnya didikitin biar bumbunya berasa banget.
Kakak laki-laki gua masak indomie suka dimacem-macemin entah dibikin pizza mie dan rangkaian menu lainnya.
Gua kalo masak mie normal-normal aja, bahkan suka kebanyakan air dan nyesel diakhir.

Ini satu keluarga lho ini, kalo tes dna yakin match 99,99%  dan kita cara masak indomie aja beda-beda.

Terus, kita ribut gitu?
NGGAK.

Terus cara masak indomie diantara kita ada yang salah?
NGGAK.

Terus cara masak indomie diantara kita ada yang paling bener?
NGGAK.

It is as simple as that. Otak dan pikiran manusia tuh gak sama. Jadi kalo ada yang beda pendapat itu namanya wajar. Sekali lagi ya, w a j a r.

Apa sesulit itu untuk gak berkomentar nyinyirin orang?
Sesulit itu untuk menerima pendapat orang lain?

Kalau misalkan lu kaga setuju sama pendapat orang, diem aja udah.
Gak bisa diem? Yaudah omongin.
Omongin juga baik-baik dan inget, lu gak bisa seenaknya menyalahkan pendapat orang gitu aja.
Lu juga harus inget kalo setiap orang berhak berpendapat. Dan lu gak bisa memaksakan pendapat lu ke orang lain.

Paling penting, omonginnya private antara lu dan dia aja. Gausah di publik.
Ntar malah jadi debat kusir, tontonan infotwitwor. Malu.
Kecuali emang pengen cari sensasi aja ya.
Tapi jangan dibiasain ah, gak baik.

S-E-K-I-A-N
unek-unekku

Ah kan, jadi pengen makan indomie.
Source: beuatynesia.id